Kamis, 22 Desember 2011

BUNGA POHON MAKUSWEI

Pada zaman dahulu ada seorang putri kerajaan Jepang yang selalu malas untuk membela negaranya sendiri. Dia bernama Sheika. Setiap kerajaan jepang melawan kerajaan lain dia tidak membantu padahal semua anak perempuan biasa membantu. Suatu hari ada anak-anak ingin mengajak Sheika berteman lalu Sheika menjawab “buat apa aku berteman dengan kalian,kalian hanya anak-anak kampungan”kata Sheika sambil mengejek anak-anak itu. Anak-anak itu sedih lalu datanglah kakak Sheika bernama Hisemai. Lalu kak Hisemai bertanya “ada apa kok anak-anak ini menangis?” tanya kak Hisemai. Sheika tidak menjawab. Dia langsung pergi ke taman. Dia bertanya dalam hatinya “kenapa sih tidak ada yang mengurusku?” tanyanya dalam hati. disaat malam dia duduk sendiri di taman. Kak Hisemai menyuruh masuk ke rumah. Sheika lalu masuk dan segera tidur sambil mengunci kamarnya. Dia bermimpi dia bermain di taman bersama kakaknya. Dan kakaknya bilang “kamu mau ikut kakak menyiram bunga?” tanya kak Hisemai. “ya aku mau” jawab Sheika. Mereka mengambbil air dari sumur. Lalu kakaknya menyiram bunga dan melihat ada bunga yang belum disiram. Bunga makuswei yang membusuk karena tidak dirawat. Ia berpikir bunga ini sepertinya yang tidak dirawat dan disayang seperti bunga makuswei ini, dia pun bersedih. Jika aku dianggap bunga makuswei jika aku mati aku mohon jadikan aku bunga pohon makuswei. Tiba-tiba datang seorang peri. Lalu Sheika bertanya “siapa kamu?” tanya Sheika “aku seorang peri, apakah kamu punya permintaan?” jawab sang peri. “kau bisa mengabulkan permintaanku?” tanya Sheika “bisa memangnya apa permintaanmu?” jawab sang peri. “jika aku mati jadikan aku bunga pohon makuswei” jawab Sheika. “jika itu kemauanmu aku akan mengabulkan permintaanmu namun ada satu syarat jika kamu terbangun kamu segera pergi ke taman, carilah petunjuk-petunjuk, jika kau sudah menemukannya bacalah!” jawab peri. Sheika terbangun dia langsung mandi,sarapan dan dia ke taman. Sheika segera mencari petunjuk. Setelah menemukan petunjuk dari peri dia bertemu gulungan surat kecil di bunga pohon makuswei. Sebelum kau mati kau harus minta maaf kepada semua orang yang kau jahati dan jadilah anak yang baik!. Setelah membaca surat itu Sheika jadi berubah.  setelah beberapa bulan Sheika duduk di taman sambil melamun. ketika di tengah lamunannya dia bertemu seorang peri yang ada di dalam mimpinya. "kamu peri yang di mimpiku ya?" tanya Sheika. “ya Sheika aku peri yang ada di mimpimu dan aku mau bilang bahwa kehidupanmu sudah selesai” kata peri. Sheika tiba-tiba seperti sesak nafas dan batuk yang parah sambil mengeluarkan darah. Kak Hisemai menemukan Sheika dalam keadaan sekarat. Kak Hisemai segera memanggil pengawal untuk mengangkat Sheika ke dalam istana. Sheika dibawa ke kerajaan. Tiba-tiba di tengah kejadian menyedihkan itu Sheika membuka matanya. Hisemai melihat adiknya membuka matanya. "Sheika kamu sudah bangun?" kata kak Heisamai. "kak aku ingin pesan agar bunga makuswei itu dirawat" kata Sheika lirih. "Sheika apapun kakak lakukan demi kamu" kata kak Hisemai sambil meneteskan air mata yang sudah membasahi pipinya. Setelah berkata begitu Sheika langsung menutupkan air matanya. Beberapa saat kemudian Sheika menjadi bunga pohon makuswei. Semua  heran Sheika kenapa jadi bunga pohon makuswei, apakah amanah yang dikatakan Sheika juga untuk dirinya yang merasa tidak dijaga. Tiba-tiba kak Hiseimai bilang “ini ujian untuk kita karena tidak menjaga Sheika” kata kak Hisemai. Sejak peristiwa itu mereka merawat tumbuhan apa saja yang ada di taman. Mereka juga tidak membeda-bedakan tanaman itu dari negara mana. Mungkin cara ini agar tidak ada korban lagi. Kehidupan tidak terhalangkan dengan korban bunga pohon makuswei. Bunga pohon makuswei Sheika sekarang senang karena keinginannya terwujud dirawat dan disayang semua.

SALAM:
NAJWA ANISA SAFITRI
SEKOLAH:
SDN WONOKUSUMO V/44
KELAS:
II B


SAMPAI JUMPA TEMAN-TEMANKU

Rabu, 16 November 2011

CITA - CITAKU

CITA-CITAKU

Saat aku masih kelas 1 aku mendapat tugas membawa kertas folio dan spidol. Aku dan temanku di ajari menulis seperti nama,nama lengkap,nama ayah,nama ibu,alamat rumah,sekolah,alamat sekolah,alamat rumah guru,cita-cita aku disuruh jujur apalagi nama-nama orang tua harus benar karena ada nama orang tua di formulir pendaftaran SD. Aku disuruh memasang foto. Keesokan harinya aku masuk kelas, aku lalu menampelkan foto dan akan menulis dengan spidol yang dibelikan ibuku. Saat aku menulis warnanya tidak terang. Aku dipinjami temanku spidol. Aku senang saat selesai. Dan saat ditempel dengan paku anak-anak melihat nilai mereka. Aku lalu menaruh tas tiba-tiba temanku menarik tanganku lalu semua senang aku tidak tahu kenapa mereka semua tersenyum. Teman-temanku menunjukkan map kuning yang ada nama panggilanku dan no absenku. Ternyata mereka terlihat senang karena punyaku dapat seratus. Tapi anak-anak heran yang bercita-cita menjadi dokter sepertiku tidak dapat seratus. Lalu mereka menanya “najwa kamu kok bias dapat seratus kan cita-citaku juga dokter” Tanya salah satu temanku. Aku yang akan keluar kelas menjawab “aku juga tidak tahu aku bias dapat seratus mungkin karena tulisanku bagus?” jawabku sambil menunjukkan tulisan teman-temanku. Mereka jadi mengerti jika tulisannya bagus dapat seratus tapi jika tidak dapat Sembilan puluh. Sudah 5 hari aku ingin map kuning punyaku dikasih. Akhirnya 9 hari telah berlalu sekarang sudah hari ke 10 aku berhenti berharap. Keesokan harinya map kuning dikembalikan. Aku senang sekali. Bu guruku dulu kelas 1 yang bernama bu Muslikah berkata “anak-anak mapnya jangan dikembalikan disimpan saja” kata bu Muslikah. Kami menjawab “iya bu” jawab kami bersama-sama. Setelah pelajaran berlalu aku pulang dan ayahku sudah menunggu. Aku bilang pada ayahku “pak aku dapat seratus yang foto waktu itu” kataku sambil tersenyum. Ayahku menjawab “Alhamdulilah” jawab ayahku senang. Sampai di rumah aku bilang pada ibu dan kakakku “fotoku ini dapat seratus” kataku. Mereka senang. Aku memang ingin meneruskan cita-cita ayahku menjadi dokter tapi sayang ayahku tidak diterima dan pengalaman aku bertemu dokter. Dokter pribadiku adalah dokter Hengki. Dia bekerja di puskesmas. Aku senang sekali. Sekarang dokter Hengki tidak terlihat karena menjadi bos di puskesmas. Dan itulah cita-citaku menjadi seorang dokter.

NAMA:
NAJWA ANISA SAFITRI
KELAS:
II B (DUA B)
SEKOLAH:
SDN WONOKUSUMO V/44 SURABAYA

Minggu, 12 Desember 2010

AKU SUDAH KELAS 1B

AKU SUDAH KELAS 1B

Suatu hari aku diterima masuk sd kelas 1 aku tidak tahu aku 1A / 1B aku sudah mempersipkan barang –barangku topi sudah tas sudah buku – buku sudah pensil juga sudah seperti biasa aku selalu membawa minum dari rumah minumku adalah teh anget / teh yang panas sekali teman –temanku sekarang tambah banyak aku sekarang gak takut lagi tapi aku lupa kalau aku tidak memberi tahu kalian ya aku sekarang sudah masuk kelas 1B kalau embakku sih sudah kelas 3B sekarang aku tambah senang soalnya Bnya sama gini ada anak 1A nama panjangnya itu adalah : larasati dwi ramadani dia tidak suka jadi anak 1A jadi laras sekarang jadi anak 1B tapinya aku yang gak setuju dia jadi anak 1B apalagi waktu tk masih nyusain tapi ada yang lebih mengerikan sdnya tambah nyusain waktu tk ulangan kenaikan kelas 1 aku sudah menyelesaikan ulangan itu
Laras memanggilku nat yaapa ini nat ulanggannya susah aku sampai bingung
Ini contohen aku soalnya aku sudah selesai nih lihat betulkan
Iya terima kasih ya nat
Sama –sama aku memang suka kok membantu
Wah kamu ternyata baik juga ya tapi aku gak tahu mulai kapan kamu baik seperti itu nat
Mulai aku umur 4 setengah
Hah mulai 4 setengah tapi kamu gak pernah baik sama aku kenapa ayo jawab
Huh habis kamu itu sangat menyebalkan cepat nanti kamu gak istirahat
Yes sudah selesai
Hore ayo kumpulin ulangannya
Ayo
Hah aku punya ide Kita berlomba untuk istirahat kamu terima ras
Iya aku terima
Bagus tapi kalau kamu kalah ada hukuman buat kamu
Apa hukumannya
Cari ruri
Oke bos tapi kalau aku menang kamu punya hukuman juga
Apa hukumannya
Setiap embakmu main permainan baru mainin permainannya kalau belum hafal hafalin ya sampai kamu bisa dan hafal
Oke perintahmu akan kukabulin perintahmu tapi kalau kita kalah kita tetep ngabulin perintah dari kamu / aku harus janji tapi kalau sudah kelas 1 sd kita tidak usah lagi seperti itu ya oke
Oke aku setuju sekali ayo kita mulai kamu yang hitung 123
Lho kok malah aku yang kamu suruh aku ngitung 123 kan aku gak minta
Iya kamu kan yang menciptakan permainan konyol ini
Baiklah aku sekarang akan mulai menghitung 123 mulai
Ternyata kami kalah dan sudah menepati janji tapi laras juga punya kelemahan lho waktu pelajaran agama padahal menulis tegak saja dia memanggilku
Nat yaapa ini bukan ulangan tapi sudah seperti ulangan
Ras-ras masa gak bisa itu kan gampang

Sabtu, 11 Desember 2010

KERISPI DARI IBU

KERISPI DARI IBU


Peristiwa itu aku alami waktu kecil, aku pernah sakit keras.
Saat itu umurku sekitar tiga tahun.
Ibuku sangat bingung waktu itu, karena panasku yang tinggi sekali.
Ibu benar-benar kaget dan terkejut melihat aku pingsan.
Pagi itu,bapak dan ibu memeriksakan aku ke dokter Hengki, dokter kesukaanku.
Setelah di periksa dokter Hengki, lalu ibu dikasih resep untuk membeli obat.
Ibu segera pergi ke Apotek yang letaknya di seberang jalan praktek dokter Hengki.
Setelah minum obat aku tidur dengan komperes dikepalaku.
Ibu berharap dengan minum obat, panasku turun dan aku segera sembuh.
Kebiasaan tersebut sudah biasa ibu lakukan saat aku sakit. Ternyata panasku tidak juga turun.
Sekitar jam 2 siang tiba-tiba panasku kembali tinggi dan wajahku terlihat pucat.
Apalagi keadaan rumahku saat itu sepi, hanya ada ibu, mbak ify dan aku.
Sebelum berangkat kerja bapak sempat bertanya pada ibu tentang kondisiku.
“Udah dingin badan Najwa ?”, kata bapak cemas.
“Sudah tidak apa-apa kok , jawab ibu dengan tenang. Siang nanti pasti turun kok panasnya, kan sudah ke dokter “! sambung ibu.
Tapi apa yang terjadi pada siang itu,ibu seakan tidak percaya melihat kondisiku saat itu.
Melihat keadaanku yang kritis dengan cepat Ibu mengangkatku dari atas tempat tidur.
Kemudian Ibu keluar rumah dan memanggil tukang becak dekat rumah.
Berpesan pada mbak Ify agar menunggu bapak datang dan menyusul ke rumah
sakit.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit kondisiku sangat kritis.
Mulutku mengeluarkan busa bercampur darah dan matakupun terpejam. Aku pingsan !
Sambil menangis melihat kondisiku ibu menelpon bapak untuk memberitahu kondisiku.
Ibu terus menangis sambil menepuk-nepuk pipiku agar aku siuman dari pingsan.
Diatas becak tidak hentinya ibu berdoa menyebut nama Allah.
Ibu menyuruh tukang becak agar mengayuh becaknya dengan cepat agar sampai ke rumah sakit.
Melihat kondsiku tukang becak itupun mengayuh becaknya dengan cepat sekali.

Setengah jam perjalanan naik becak sampailah di rumah sakit.
Dengan cepat ibu turun dari becak lalu memanggil perawat.
“Tolong.., tolong.., anakku , Suster!“ teriak ibu gemetar.
Dengan sigap suster mengambil aku dari gendongan ibu. Dan membawaku ke ruang UGD.
Di dalam ruang UGD, dokter memberikan bantuan medis yang cepat dan tepat.
Sebuah selang oksigen terpasang di lubang hidungku dan tangan kiriku terpasang cairan infus.
Ibu menangis terus melihat kondisiku yang belum sadarkan diri.
“Aku terkena infeksi darah !”, kata dokter. “Ah…’, jawab ibu pucat.
Aku harus rawat inap dan memerlukan perawatan intensif, sahut dokter.
Kemudian suster memindahkan aku dari ruang UGD ke ruang ICU anak.
Dan kondisiku terus dimonitor olehnya.
Kemudian bapak datang bersama mbak Ify ke rumah sakit dan masuk ke ruang ICU anak.
Bapak kaget melihat kondisiku !
Bapak memegang tanganku dan berdoa kepada Allah agar diberi kesembuhan dari sakit yang menimpa anaknya.
Setelah melewati masa kritis, sekitar jam 3 sore aku sadar.
Bapak dan ibuku langsung mengucapkan syukur kepada Allah .
Bapak kembali pulang ke rumah untuk membawa pakaian dan keperluan lain yang dibutuhkan untuk rawat inap di rumah sakit.
Karena ibu tidak membawa keperluan untuk rawat inap.
Saat sadar aku kaget karena tangan kiriku diinfus. Dan menangis dengan keras !
Lalu tangan ibu membelai rambut dan mencup-cupku supaya diam dari tangisanku.
Ternyata ibu ada disebelahku diatas tempat tidurku.
Terus aku minta mimik susu kesukaanku dan melihat suster melepas selang oksigen dihidung.
“Apa boleh minum susu ?” tanya ibu ke suster.
“ Boleh…!” sahut suster tersenyum. Dan terjadilah tanya jawab antara ibu dan suster. “Apakah pernah mengalami kejang sebelumnya?” tanya suster.
“Tidak pernah”, jawab ibu.
“Kondisi ini baru pertama kali menimpa anak saya sus !” kata ibu
Kemudian suster itu menulis-nulis sesuatu di buku pasien yang dipegangnya.
Ada perasaan lega tergambar dari raut wajah suster melihat aku siuman dari pingsan.
Wajah gembira dan senang juga nampak dari senyum bapak,ibu dan mbak ify.
Lalu ibu memberikan susu yang tadi kuminta. Segar rasa mulutku saat susu aku minum. Rasa haus langsung hilang !
“Bu lapar..!” kataku lirih. Ibu pun tersenyum.
Ibu menyuruh mbak ify untuk mengambil kue crispy diatas meja di sebelah tempat tidurku.
“Mau kue crispy …?” tanya ibu sambil mendekatkan sebungkus crispy di hidungku.
“ Mau..! jawabku lirih.
Aroma crispy membuat perutku siap dibuat kenyang.
“Boleh dikasih sus..?” kata ibu berharap.
“Boleh dan harus banyak makan biar cepat sembuh!” sahut suster.
Lalu selembar crispy disuapin ibu ke dalam mulutku.
Rasa kerispi itu agak manis, gurih dan agak asin terasa dilidahku.
Dalam waktu sepuluh menit satu bungkus crispy sudah habis.
“Ha..ha..ha..!” tawa bapak dan ibu melihat aku makan crispy habis satu bungkus.
Kenyang sudah perutku dan akupun terasa mengantuk. Lalu akupun tertidur.
Dua hari aku menjalani rawat inap di rumah sakit untuk pemulihan kondisi.
Pada hari ketiga, aku meninggalkan rumah sakit untuk pulang.
Dengan manja aku minta gendong ke ibu. Aku mau menunjukkan sayangku kepada ibu. Ibu yang telah menyelamatkan hidupku.
Dan pemberian crispy dari ibu menimbulkan selera makanku disaat aku sakit.
“I LOVE YOU, MOM” ,bisikku manja pada ibu.

Rabu, 08 Desember 2010

Teman-temanku haus bacaan

Sebetulnya pos baca "Girli" dibuka setiap hari sabtu sore (setelah aku bangun idur siang hihi...sambil ngucek-ngucek mata dan nguap lebar karena masih ada sisa-sisa kantuk)
Tapi, teman-temanku rupanya gak pernah sabar menunggu datangnya hari sabtu, maunya di buka tiap hari. ya udah aku minta ijin sama bapak dan ibu supaya diijinkan buka tiap hari, asal jam 5 sore harus udah ditutup, soalnya aku harus ngaji.
Seperti tadi itu jam 11an, ada temanku yang masih TK, datang kerumah, "Koq pos bacanya tutup, Nat? tanyanya, "Iya, bukanya ntar sore", jawabku.
"Wah, aku ingin sekali mewarnai" katanya dengan wajah penuh harap.
"Ya udah, mewarnainya dirumahku aja ya..."
Mereka nampak gembira sekali. Lalu aku keluarkan buku-buku mewarnai yang masih tersisa di rumahku, tak lupa pensil warnanya juga.
Mulailah mereka berdua mewarnai di teras rumahku beralaskan karpet merah hihihi...kayak mau naik panggung aja.... :)
Bapak dan ibuku gak bakalan marah deh, kan aku berbuat baik sama teman-temanku...

Sabtu, 04 Desember 2010

Pidato Anak Usia 12 Tahun Bikin forum PBB Terdiam

Pidato ini terjemahan dari video yang disebarkan Norita di fesbuk.....

Cerita ini berbicara
mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki seorang anak yg pada usia 9 tahun
telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).

ECO
sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak" yg mendedikasikan diri Untuk belajar
dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah" lingkungan.

Dan mereka
pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu
Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh
besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg
disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG
SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang"
terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg meriah kepada anak berusia
12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization

Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari
anak" berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie,
Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa
datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang
dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak
memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya
saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan
umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua
generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak" yg kelaparan
di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada
disini untuk berbicara bagi binatang" yang sekarat yang tidak terhitung
jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh
tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari
karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya
tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering
memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami
menemukan bahwa ikan"nya penuh dengan kanker. Dan
sekarang kami mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu persatu mengalami
kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya
memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang" liar, hutan rimba dan
hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu". tetapi sekarang saya tidak tahu
apakah hal" tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya
nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah" kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini
terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan
kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya. Saya hanyalah seorang
anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda
sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak
tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak
tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda
tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah
punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala
di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir..
Jika anda tidak tahu
bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda
adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan
atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki" dan
saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari
seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita
semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5
milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah
di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal
tersebut.

Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa
kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk
tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun
takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya
rasakan.

Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun
begitu tetap saja negara" di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang
memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari
cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut
untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan
sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini,
kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak" yang hidup di jalanan.
Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya
, dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak" jalanan makanan, pakaian dan
obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang " .

Jika seorang
anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi,
mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak
dapat berhenti memikirkan bahwa anak" tersebut berusia sama dengan saya , bahwa
tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa
saja menjadi salah satu dari anak" yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja
menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .

Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu
bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi
tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda
mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak
berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak
tamak..

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada
kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda
menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak"
anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami
tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak" mereka
dengan mengatakan " Semuanya akan baik-baik saja ". 'kami melakukan yang terbaik
yang dapat kami lakukan' dan ' ini bukanlah akhir dari segalanya'

Tetapi
saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi.
Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu
berkata ' kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata" mu
'

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang
A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata" tersebut.

Sekian dan terima
kasih atas perhatian nya.

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang
sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh Orang" penting dari seluruh dunia hanya
dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir
diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada
anak berusia 12 tahun.

dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato
nya..

" Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isi nya
disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar
ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa
berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin… Saya ... tidak
kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "

Cerita ini benar"
terjadi dan pidato severn Cullis-Suzuki itu benar" pidato yang dikatakan nya
dalam pidato tersebut tanpa dilebih" kan .

Yuk Baca!

Yuk Baca!
Aktivitas di pos baca girli