Sabtu, 15 September 2012

Daftar Istilah Dalam Penerbangan

Apron Tempat parkir pesawat

Baggage / Bagasi Barang barang bawaan

Boarding Naik ke pesawat

Booking Proses pemesanan dan pembelian tiket

Cabin Attendant Tim Kabin atau lebih dikenal dengan Pramugari atau Pramugara

Cabin Crew Pramugari atau Pramugara

Check In Pendaftaran calon penumpang yang sudah mempunyai tiket, sebelum keberangkatan

Dangerous Goods Barang-barang yang termasuk dalam daftar membahayakan keselamatan penerbangan

Departure Kota asal Keberangkatan

Delay Keterlambatan keberangkatan atau kedatangan

Destination Tujuan akhir suatu penerbangan

Divert Mendarat di bandara yang bukan tujuan – dialihkan ke bandara lain

E-ticket Tiket pesawat elektronik, dikirim dari internet booking engine ke email sebagai bukti pembelian

Landing Mendarat

Pax (Passenger) Penumpang pesawat udara

RON (Remain Over Night) Pesawat tinggal untuk bermalam

Take off Meninggalkan landasan

Reservasi Pemesanan tiket baik melalui online maupun offline

Runway Landasan untuk pesawat mengambil ancang-ancang dalam take off atau juga sebagai tempat landing

Kamis, 13 September 2012

Pengenalan alat Labor (Kelas X)


Pengenalan alat Labor (Kelas X)

A. Peralatan Dasar

1). Gelas Kimia (beaker) : berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 oC. Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L.

Fungsi :

· Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi

· Menampung zat kimia

· Memanaskan cairan

· Media pemanasan cairan


2). Labu Erlenmeyer : berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.

Fungsi :

o Untuk menyimpan dan memanaskan larutan

o Menampung filtrat hasil penyaringan

o Menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi


3). Gelas ukur : berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.

Fungsi :

Untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu


4). Pipet : alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas. Jenisnya :

a) Pipet seukuran : digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat, bagian tengahnya menggelembung.

b) Pipet berukuran : berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat.

c) Pipet tetes : berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.


5). Buret : berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL.

Fungsi :

Untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi.


6). Tabung reaksi : berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas, terdiri dari berbagai ukuran.

Fungsi :

v Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia

v Untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil


7). Kaca arloji : terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran diameter.

Fungsi :

§ Sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan sampel

§ Tempat saat menimbang bahan kimia

§ Tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator

8). Corong : terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai, terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan pendek. Cara menggunakannya dengan meletakkan kertas saring ke dalam corong tersebut.

Fungsi :

Untuk menyaring campuran kimia dengan gravitasi.


9). Cawan : terbuat dari porselen dan biasa digunakan untuk menguapkan larutan.


10). Mortar dan pestle : terbuat dari porselen, kaca atau batu granit yang dapat digunakan untuk menghancurkan dan mencampurkan padatan kimia.


11). Spatula : berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium.

Fungsi :

Ø Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan

Ø Dipakai untuk mengaduk larutan


12). Batang pengaduk : terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan di dalam gelas kimia.


13). Kawat kasa : kawat yang dilapisi dengan asbes, digunakan sebagai alas dalam penyebaran panas yang berasal dari suatu pembakar.


14). Kaki tiga : besi yang menyangga ring dan digunakan untuk menahan kawat kasa dalam pemanasan.


15). Burner / pembakar spiritus : digunakan untuk memanaskan bahan kimia.


16). Bola hisap : digunakan untuk membantu proses pengambilan cairan. Terbuat dari karet yang disertai dengan tanda untuk menyedot cairan (suction), mengambil udara (aspirate) dan mengosongkan (empty).


17). Neraca analisis : digunakan untuk menimbang padatan kimia.




B. Peralatan Pendukung

1). Labu ukur : berupa labu dengan leher yang panjang dan bertutup; terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai. Ukurannya mulai dari 1 mL hingga 2 L.

Fungsi :

Untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan.

Cara menggunakan :

Mengisikan larutan yang akan diencerkan atau padatan yang akan dilarutkan. Tambahkan cairan yang dipakai sebagai pelarut sampai setengah labu terisi, kocok kemudian penuhkan labu sampai tanda batas. Sumbat labu, pegang tutupnya dengan jari, kocok dengan cara membolak-balikkan labu sampai larutan homogen.


2). Labu bundar : berupa labu dengan leher yang panjang, alasnya ada yang bundar, ada yang rata. Terbuat dari kaca tahan panas pada suhu 120-300 oC.Ukurannya mulai dari 250 mL sampai 2000 mL.

Fungsi :

Untuk memanaskan larutan dan menyimpan larutan.


3). Corong Buchner : berupa corong yang bagian dasarnya berpori dan berdiameter besar. Terbuat dari porselen, plastik atau kaca. Berguna untuk menyaring sampel agar lebih cepat kering. Cara menggunakannya dengan meletakkan kertas saring yang diameternya sama dengan diameter corong.


4). Erlenmeyer Buchner : berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin mengecil, ada lubang kecil yang dapat dihubungkan dengan selang ke pompa vakum. Terbuat dari kaca tebal yang dapat menahan tekanan sampai 5 atm. Ukurannya mulai dari 100 mL hingga 2 L. Dipakai untuk menampung cairan hasil filtrasi.

Cara menggunakannya :

Diawali dengan memasang corong Buchner di leher labu, pasang selang yang tersambung ke pompa vakum pada bagian yang menonjol.


5). Corong pisah : berupa corong yang bagian atasnya bulat dengan lubang pengisi terletak di sebelah atas, bagian bawahnya berkatup. Terbuat dari kaca.

Fungsi :

Untuk memisahkan campuran larutan yang memiliki kelarutan yang berbeda. Biasanya digunakan dalam proses ekstraksi.



Cara menggunakannya :

campuran yang akan dipisahkan dimasukkan lewat lubang atas, katup dalam keadaan tertutup. Pegang tutup bagian atas, corong dipegang dengan tangan kanan dan kiri dalam posisi horisontal, kocok agar ekstraksi berlangsung dengan baik. Buka tutup bagian atas, keluarkan larutan bagian bawah melalui katup secara pelan. Tutup kembali katup jika larutan lapisan bawah sudah keluar.


6). Desikator : berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline. Ada 2 macam desikator : desikator biasa dan vakum. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa. Bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel.

Fungsi :

§ Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air

§ Mengeringkan padatan

Cara menggunakannya :

o Dengan membuka tutup desikator dengan menggesernya ke samping.

o Letakkan sampel dan tutup kembali dengan cara yang sama.

Keterangan :

Silika gel yang masih bisa menyerap uap air berwarna biru; jika silika gel sudah berubah menjadi merah muda maka perlu dipanaskan dalam oven bersuhu 105 oC sampai warnanya kembali biru.


7). Cawan petri : berbentuk seperti gelas kimia yang berdinding sangat rendah. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas. Berfungsi sebagai wadah menimbang dan menyimpan bahan kimia, mikrobiologi.


8). Botol semprot : berupa botol tinggi bertutup yang terbuat dari plastik. Berfungsi sebagai tempat menyimpan aquades. Cara menggunakannya dengan menekan badan botol sampai airnya keluar.


9). Krusibel : berupa mangkok kecil yang dilengkapi tutup dan terbuat dari porselen tahan panas, alumina. Dipakai sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia. Pada saat krus masih dalam keadaan panas, jangan langsung dikenai air. Perubahan suhu mendadak menyebabkan krus pecah.


10). Kaki tiga krus : terbuat dari porselen dan berfungsi untuk menaruh krusibel saat akan dipanaskan langsung di atas api.


11). Statif : terbuat dari besi atau baja yang berfungsi untuk menegakkan buret, corong, corong pisah dan peralatan gelas lainnya pada saat digunakan.


12). Klem manice : terbuat dari besi atau alumunium yang berfungsi untuk memegang peralatan gelas yang dipakai pada proses destilasi. Bagian belakangnya dihubungkan dengan statif menggunakan klem bosshead.


13). Klem bosshead : terbuat dari besi atau alumunium yang berfungsi untuk menghubungkan statif dengan klem manice atau pemegang corong.


14). Klem buret : terbuat dari besi atau baja untuk memegang buret yang digunakan untuk titrasi.


15). Pemegang corong : terbuat dari besi atau baja untuk memegang corong atau corong pisah yang dipakai pada proses penyaringan atau pemisahan. Bagian belakang disambungkan dengan statif menggunakan klem bosshead.

16). Tang krusibel : terbuat dari besi atau baja untuk mengambil dan membawa krusibel.


17). Stirrer magnetic : magnet yang digunakan untuk mengaduk larutan.


18). Sentrifuge : berfungsi untuk mengendapkan dan memisahkan padatan dari larutan.


19). Chromatography chamber : terbuat dari kaca yang digunakan dalam proses kromatografi kertas.


20). Spectronic 20 : digunakan untuk mengukur absorbansi larutan berwarna dalam proses spektrofotometri.










C. Teknik Dasar di Laboratorium

1. Cara memanaskan cairan

Harus memperhatikan kemungkinan terjadinya bumping (meloncatnya cairan akibat peningkatan suhu drastis). Cara mencegahnya dengan menambahkan batu didih ke dalam gelas kimia.

a. Pemanasan cairan dalam tabung reaksi

o Jangan sampai mengarahkan mulut tabung reaksi kepada praktikan baik diri sendiri maupun orang lain

o Jepit tabung reaksi pada bagian dekat dengan mulut tabung

o Posisi tabung ketika memanaskan cairan agak miring, aduk dan sesekali dikocok

o Pengocokan terus dilakukan sesaat setelah pemanasan


b. Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu Erlenmeyer

Bagian bawah dapat kontak langsung dengan api sambil cairannya digoyangkan perlahan, sesekali diangkat bila mendidih.


2. Cara membaca volume pada gelas ukur

Masukkan cairan yang akan diukur lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan. Bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur.


3. Cara menggunakan buret

Sebelum digunakan, buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya :

Kran ditutup kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas. Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita. Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata. Jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran. Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol.


4. Cara menggunakan neraca analitis

· Nolkan terlebih dulu neraca tersebut

· Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan

· Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca

· Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut


5. Cara menghirup bau zat

Ingat : Jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung!

Gunakan tangan dengan mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung.

Rabu, 12 September 2012


Macam-Macam Majas dan Contohnya


Majas adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan kesan imajinatif atau menciptakan efek-efek tertentu bagi pembaca atau pendengarnya.

Majas terdiri atas:
1). Majas Perbandingan;
2). Majas Pertentangan;
3). Majas Sindiran;
4). Majas Penegasan.

A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Ditinjau dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan dibagi menjadi:

1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
c) Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama


2) Metafora
Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.
Me·ta·fo·ra /métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara
Contoh:
a)      Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
b)      Raja siang keluar dari ufuk timur
c)      Jonathan adalah bintang kelas dunia.
d)      Harta karunku (sangat berharga)
e)      Dia dianggap anak emas majikannya.
f)       Perpustakaan adalah gudang ilmu.

3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
a) Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
b) Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
c) Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a)   Ia terkenal sebagai buaya darat.
b)   Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
c)   Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
d)   Melati, lambang kesucian
e)   Teratai, lambang pengabdian

6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh:
a) Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
b) Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
c) Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

7) Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
    Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
    Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

8. Simile:
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".
Contoh:
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

B. Majas Pertentangan 
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Jenis-jenis Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?

C. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.

2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

D. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban

4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.
Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut dan makin lama makin meningkat.
Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.

6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d. Majas Pertentangan

Senin, 10 September 2012

Macam Ukuran Cetak Photo Digital

Aloha....

Pernah ga kamu semua pengen cetak photo sendiri (menggunakan komputer dan printer sendiri)??

Tapi...saat keinginan itu datang, kamu bingung karena ga tahu berapa ukuran photo yang ingin dicetak. Maka dari itu,  kali ini aku mau berbagi sama kamu² semua tentang macam ukuran cetak photo digital.

Jadi buat kalian yang hobi cetak photo, sekarang ga usah bingung². Setelah aku browsing kesana kemari, ternyata ukuran standar photo tersebut tidak beda jauh kok...

Ini dia... Taraaa !!!!

Ukuran Pas Photo

► ukuran 2 x 3 = 2,0 cm x 2,7 cm
► ukuran 3 x 4 = 2,8 cm x 3,8 cm
► ukuran 4 x 6 = 3,8 cm x 5,5 cm


Ukuran R

► ukuran 1R = 5,0 cm x 7,5 cm (ukuran dompet)
► ukuran 2R = 6,0 cm x 8,5 cm
► ukuran 3R = 8,9 cm x 12,7cm
► ukuran 4R = 10,2 cm x 15,2cm
► ukuran 5R = 12,7 cm x 17,8cm
► ukuran 6R = 15,2 cm x 20,3cm
► ukuran 8R = 20,3 cm x 25,4cm
(orang sering menyebut ukuran 10R padahal yang benar adalah 8R)
► ukuran 8R+ = 20,3 cm x 30,5 cm
► ukuran 10R = 25,4 cm x 30,5 cm
► ukuran 10R + = 25,4 cm x 38,1 cm


Nah, itulah macam ukuran cetak photo digital yang aku share buat kalian. Sekarang, silakan dicoba ya, cetak-cetak foto² moment kenangan dari HP atau kamera digital kalian...

Kapan² aku bagi2 lagi pengetahuan yang lain ya...


Cayoo.. aku mau sekolah dulu ya...

WOW.., MUSEUM BANK MANDIRI KEMBANG JEPUN


“ Pak aku ikut!”, rengekku suatu pagi. Aku ingin ikut bapakku ke bank,senin itu bapakku mau bergegas pergi ke bank. Kata bapakku, kalau pagi-pagi pergi ke bank agar tidak antri panjang. Kemudian kami berdua udah naik motor. Dalam perjalanan aku banyak bertanya tentang bank tempat bapakku menyetor uang. Dalam pikiranku membayangkan gedung bank yang modern,bersih, kaya iklan di tv itu.
 Sepuluh menit perjalanan kami telah sampai. “Hah.., masuk gudang pikirku ?” tapi kok ada tulisan Bank Mandiri yang besar.
Memang sebelum masuk ke bangunan bank itu, sepintas sekelilingnya tampak banyak bangunan tua. Aku tersadar, saat bapakku mengangkat diriku dari atas jok motor. Kami pun masuk kedalam gedung tua yang ditempati Bank Mandiri. Tak lupa salam ramah dari satpam bank.
             Alangkah kagetnya aku begitu masuk gedung tua ini, dibawah tangga menuju lantai dua banyak benda kuno pikirku. Tapi bapakku langsung menarik tanganku untuk segera naik ke lantai dua, “ nanti aja lihat-lihatnya dik,!” kata bapak. Aku melihat kaca jendela bangunan tua ini sangat indah.
              “ Selamat pagi, selamat datang di Bank Mandiri ada yang bisa dibantu,” sapa satpam ramah sambil membuka pintu kaca. “Pagi juga, masuk setor, “ jawab bapakku.
Masih sepi suasana pagi itu, langsung bapak mengambil kertas setoran. Tidak lama langsung bapak menuju kearah petugas yang menerima setoran uang dari bapak. Itu teller namanya, kata bapak saat aku bertanya.
               Setelah selesai, kamipun pergi dari lantai dua, “ terima kasih atas kunjugnan ke bank mandiri “ sapa satpam sambil membukakan pintu kaca. Begitu keluar dari pintu kaca itu, aku kagum melihat bangunan tua bank mandiri ini. Bangunan ini masih terawat, pikirku.   Kalau pingin tahu sejarahnya ayo kita ke lantai satu, kata bapak sambil memegang tanganku menuruni tangga.
                Tiba dilantai satu aku langsung menuju meja yang banyak terdapat kliping dan foto-foto yang terpanjang di dinding dengan rapi.Mayoritas banyak benda-benda perbankan yang terdapat dilantai satu ini. Aku melihat dengan seksama semua dokumen yang tersusun rapi ini. Dahulu bangunan ini bernama Bank Escompto, bank swasta yang didirikan sekitar 1857 oleh Paulus Tiendeman dan Carl Frederik Wilhelm Wigger Van Kerchem.
                 Dalam salinan buku Pertempuran Surabaya. Terbitan balai pustaka,disebutkan dalam pertempuran Surabaya terjadi, HR Muhamamad berhasil mengambil alih uang dari Bank Escompto ini senilai 1 juta golden. Uang 1 juta golden ini untuk membiayai pertempuran Surabaya dan diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Dengan dana ini juga dimanfaatkan untuk pemindahan ibukota RI dari Jakarta ke Yogyakarta.  
                 Berdasarkan catatan sejarah, tahun 1960 Bank Escompto diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan berganti nama Bank Dagang Negara, pada tahun 1998 Bank Dagang Negara  bergabung menjadi Bank Mandiri.
                 Siapa orang yang berjasa membuat museum Bank Mandiri Kembang Jepun ini, beliau adalah Bapak Sri Triyasno, kepala cabang Bank Mandiri Kembang Jepun saat ini.
 Terima kasih bapak Tri, berkat bapak aku jadi tahu tentang sejarah bangunan tua yang bernama Bank Mandiri Kembang Jepun Surabaya ini.    

Salam
NAJWA ANISA SAFITRI
KELAS : IIIB        

Minggu, 02 September 2012

PUISI BOSO JOWO : BUNG TOMO


BUNG TOMO AREK SUROBOYO

INDONESIA MERDEKA

BERKAT WANINE AREK SUROBOYO
NANG ENGGON IKI
AKU NGIDEK DALAN
BEKAS UDAN MIMIS LAN NYOWO
UMPAMANE GAK ONOK SING BERJUANG
AKU GAK BAKAL
NGIDEK DALAN IKI
DALAN IKI DADI SAKSI
NANG PLATARAN LAN LOTENG
HOTEL YAMATO IKI
BUNG TOMO LAN AREK SUROBOYO NGELAWAN
NGIBERNO GENDERA ABANG PUTIH
NYUWEK GENDERA BIRUNE LONDO
ABANG PUTIH GENDERA INDONESIA
MUMBUL NANG LANGIT SUROBOYO
MERDEKA!!!!!!!!!







KARYA:
IZDIHAR LUTFIYAH
V-A/15
SDN WONOKUSUMO V-44 SURABAYA


Minggu, 26 Agustus 2012

Hello Kitty

Siapa yang nggak kenal Hello Kitty, semua mengenalnya. Hello Kitty adalah contoh sukses ‘binatang’ yang sudah berhasil menguasai dunia. 

Hello Kity adalah nama untuk sebuah karakter yang didesain oleh perusahaan Jepang, Sanrio. Hello Kitty yang memiliki nama lengkap Kitty White adalah personifikasi dari kucing berwarna putih dengan ciri khas pita atau hiasan lainnya di daun telinga sebelah kiri dan mulut yang tidak digambar.  Hampir semua anak perempuan suka karakter hello kitty yang super imuuut ini.

 Ia sudah merambah ke berbagai macam produk dan rasanya mustahil melihat produk yang belum ada versi Hello Kitty-nya. Mereka ada dimana-mana!!!!!! dari yang asli produk sanrio hingga yang bajakan lho............. 


Yuk Baca!

Yuk Baca!
Aktivitas di pos baca girli